8 Pelajaran Dalam Menghadapi Covid-19 Yang Bisa Kita Ambil Dari Italia

Koranlinear.com, Italia – Inilah Pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari Italia dalam menghadapi Covid-19. Karena jika gerimis di Italia sama menakjubkannya dengan gerimis di Indonesia. Virus di Italia pun sama mematikannya dengan virus di Indonesia.

Pelajaran Pertama

Awal pandemi di Italia diikuti oleh berita-berita hoaks yang berseliweran di media sosial. Sentimen xenofobia terhadap ras tertentu. Namun, warga bisa segera meredamnya.

Pelajaran Kedua

Jelang pemberlakukan kebijakan karantina, para pekerja di Kawasan Lombardia justru pulang kampung. Mereka memilih menjauh dari Kota Milan, yang saat itu mulai menjadi episentrum pandemi. Celakanya, mereka justru sebagai pembawa virus untuk keluarga di kampung. Mudik bukanlah solusi meredam berjangkitnya virus.

Pelajaran Ketiga

Karakter warga Italia yang selalu menjalin kedekatan dan kekerabatan menjadi salah satu pemicu meledaknya jumlah warga yang terinfeksi. Pembatasan sosial adalah kunci untuk memutus penyebaran virus. 

Pelajaran Keempat

Pemerintah daerah bersinergi kuat dengan pemerintah pusat. Pemerintah berdisiplin menerapkan aturan dan mendorong transparansi data. Kebijakan untuk mengakhiri karantina diputuskan karena melihat kecenderungan pasien terinfeksi yang menurun. Ini bukan kebijakan ideal karena fasenya masih rentan atau pemulihan. Dorongan lainnya, ekonomi harus bangkit segera.

Pelajaran Kelima

Kendati infrastruktur kesehatan memadai pada kondisi normal, tetap saja rumah sakit tidak mampu menyediakan pelayanan standar saat tsunami korban virus berdatangan.

Pelajaran Keenam

Infrastruktur kesehatan lumpuh. Peti-peti mati berjajar di jalan. Namun, pemerintah mendukung dan menjamin logistik bagi keluarga-keluarga yang harus melakukan karantina mandiri. Kualitas kepemimpinan memang dipertaruhkan dan teruji pasa masa ini.

Pelajaran Ketujuh

Munculnya gerakan sosial untuk meringankan warga yang rentan terinfeksi seperti orang tua. Sukarelawan tampil dari pelajar SMA sampai masyarakat umum. Para pemilik rumah mode mengajak para desainer untuk menghimpun dana pembuatan masker dan penyanitasi tangan yang dibagikan gratis untuk warga. Industri busana mengubah bengkel kerja mereka menjadi bengkel kerja untuk industri dadakan tadi.

Pelajaran Kedelapan

Warga benar-benar berupaya berdisiplin. Mereka sadar sedang berperang dengan musuh yang tak kelihatan. Meski sudah berdisiplin pun korban sudah berjatuhan, apalagi tak berdisiplin.(tra)

INFOKAN PADA SAHABAT: