Fasilitas Publik Tokyo Mulai Dibuka Dengan Adaptasi Baru

Koranlinear.com, Tokyo – Gubernur Tokyo, Yuriko Koike mencabut peringatan dini penyebaran Virus Corona. Peringatan dini diistilahkan sebagai “Tokyo Alert” pada Jumat 12 Juni 2020.

Dengan dicabutnya Tokyo Alert, pemerintah Tokyo masuk dalam penerapan kebiasaan baru. Keputusan tersebut diambil demi menggerakkan kembali ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat Covid-19.

Meskipun kemarin jumlah pasien baru di Tokyo masih tercatat 22 orang, secara keseluruhan kondisi penularan di Tokyo dianggap sudah membaik. Dan ditambah lagi kapasitas fasilitas kesehatan dianggap mencukupi.

Koike menyampaikan, masyarakat telah berganti fase, dari yang semula “Menahan Diri” menjadi “Melindungi Diri”. Pada fase ini, secara garis besar fasilitas yang diizinkan untuk mulai beroperasi ada dua macam, fasilitas hiburan dan fasilitas bermain.

Fasilitas Hiburan Kembali Dibuka

Fasilitas hiburan yang mulai dibuka pada fase ini adalah karaoke, net cafe, manga kissa dan tempat hiburan semula. Termasuk juga fasilitas bermain seperti toko mahjong, pachinko, game center, taman bermain dan rekreasi.

“Dengan ini, yang masih belum beroperasi adalah fasilitas di dunia malam. Ini berdasar pemantauan yang dilakukan. Di mana sampai akhir-akhir ini banyak dicatat pasien baru bermunculan. Fasilitas yang masih dibatasi diantaranya, bar, night club, fasilitas untuk orang dewasa dengan pelayanan hiburan,” jelasnya lagi.

Sementara itu dilansir dari okezone.com, untuk fasilias-fasilitas yang masih dibatasi operasinya, direncanakan akan dicabut minggu depan pada tanggal 19 Juni 2020.

Sebagai informasi, dari 22 orang pasien baru kemarin hari Kamis 11 Juni, 12 orang telah terdeteksi asal penularannya. Dan dari 12 orang pasien baru, 5 orang dengan asal penularan dari aktivitas dunia malam.

“Mari kita berdoa semoga saja kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tetap tinggi, dan kondisi semakin membaik meskipun aktivitas ekonomi mulai hidup kembali,” ungkapnya lagi.(tra)

INFOKAN PADA SAHABAT: