Lima Bangunan Bersejarah Ini Masih Ada Di Kota Tangerang

Koranlinear.com, Kota Tangerang – Kota Tangerang memiliki banyak bangunan bersejarah. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak bangunan bersejarah yang masih ada sampai sekarang.

Bangunan bersejarah di Kota Tangerang akan dibahas sebagai berikut.

Reruntuhan Benteng

Kota Benteng sering disematkan pada Kota Tangerang. VOC mendirikan sebuah benteng pertahanan di dekat Sungai Cisadane sebagai benteng pertahanan Bupati Tangerang I (Aria Soetidilaga I) dari serangan Kesultanan Banten. Namun, Benteng ini sejak tahun 1812 sudah tidak dirawat lagi berdasarkan laporan dari “Superintendant of Public Building and Work’, tertanggal 6 Mare 1816. Saat ini di kawasan benteng, didiami oleh kebanyakann keturunan etnis Tionghoa. Baca juga sejarah Kerajaan Banten dan sejarah berdirinya Banten.

Pasar Lama Tangerang

Pasar Lama Tangerang merupakan salah satu ikon sejarah Kota Tangerang. Pasar ini terletak dekata dengan sungai Cisadane. Pasar ini adalah pasar rakyat yang disukai oleh warga Kota Tangerang. Barang yang ditawarkan di pasar ini mempunyai kualitas yang bagus, tetapi lebih murah dari harga swalayan. Pasar Lama Tangerang adalah pasar tradisional tertua dan cikal bakal Kota dari keberadaan Kota Tangerang. Lokasi ini juga dipenuhi oleh etnis Tionghoa.

Masjid Jami Kali Pasir

Masjid Jami Kali Pasir keberadaannya berdekatan dengan Kelenteng Boen Tek. Masjid ini adalah masjid tertua di Kota Tangerang dan merupakan peninggalan Kerajaan Padjajaran. Masjid tertua di Kota Tangerang ini berlokasi di bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa, Kelurahan Sukasari. Bangunan masjid ini pun bercorak bangunan khas Cina. Baca juga sejarah mengenai sejarah Kerajaan Pajajaran. Masjid Kali Pasir mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Masjid ini berukuran sekitar 288 meter persegi. Masjid ini didirikan tahun 1700 oleh Tumenggung Pamit Wiaya yang berasal dari Kahuripan Bogor.

Museum Benteng Heritage

Museum Benteng Heritage berada di tengah Pasar Lama dan memiliki dua tingkat. Lantai satu dari bangunan ini dijadikan lokasi restoran, tempat berkumpul, tempat berjualan kenang-kenangan, dan sebagainya. Lantai kedua bangunan ini dijadikan tempat koleksi museum.

Museum ini adalah milik Udaya Halim. Bangunan ini merupakan hasil restorasi dari bangunan tua berarsitektur tradisional Tionghoa yang dibangun sekitar abad ke-17. Museum ini mendapatkan banyak penghargaan, sehingga disebut Pearl of Tangerang. Penghargaan yang diperoleh diantaranya Juara Pertama dalam ajang FIABCI (Federation International des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers) Indonesia pada tahun 2012 dan Juara Kedua Tingkat Internasional FIABCI Prix d’excellent Award dalam kategori yang sama tahun 2013. Anda dapat membaca secara lengkap sejarah mengenai sejarah Museum Benteng Heritage.

Bendungan Pintu Air Sepuluh

Bendungan Pintu Air Sepuluh merupakan nama populer dari Bendunga Pasar Baru Irigasi Cisadane atau Bendungan Sangego. Bendungan ini terletak di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Tangerang.

Bendungan ini mulai dibangun pada tahun 1927 dan mulai dioperasikan tahun 1932 pada masa penjajahan Belanda. Penjajah Belanda mendatangkan pekerja dari Cirebon untuk membanguna bendungan yang konstruksinya terbuat dari beton berinti baja.

Bendungan Pintu Air Sebelah mampu mengairi +/- 400.000 Ha sawah yang berada di daerah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan DKI Jakarta. Bendungan ini dibangun untuk mengatur aliran Sungai Cisdadane, sehingga Tangerang menjadi lahan pertanian yang subur. Selain itu, bendungan ini juga dimanfaatkan untuk menampung cadangan air Kota Tangerang.(tra)

Kota Tangerang memiliki banyak bangunan bersejarah. Di Bogor pun banyak museum-museum yang menyimpan benda-benda bersejarah. Mau tahu apa saja? Berikut informasinya.

INFOKAN PADA SAHABAT: