Mau Beroperasi Ojol Tangsel Harus Rela Keluarkan Uang 20 Ribu

Koranlinear.com, Tangsel – Ojek online di Kota Tangsel harus menyiapkan Rp20ribu agar diperkenankan beroperasi. Uang itu harus ada untuk digunakan mengantisipasi penularan Covid-19.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan Ojol sudah bisa beroperasi. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan pelonggaran dan perizinan itu akan diberikan dalam waktu dekat ini.

Dilansir dari indolinear.com (REGENindo Media Grup), seluruh mitra atau Ojol yang beroperasi di Kota Tangsel harus memenuhi protokol kesehatan. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi upaya pemutusan mata rantai Covid-19. Seluruh mitra atau Ojol diwajibkan untuk mengenakan masker dan sarung tangan pada saat beroperasi.

“Makanya surat dari teman-teman gojek itu akan saya bahas, dan saya balas bahwa gojek sudah bisa mengangkut penumpang di Tangerang Selatan,” ucap Benyamin saat menghadiri sosialisasi Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan (J3K) PT GOJEK di kawasan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangsel, Rabu (15/7/2020).

Pemkot Tangsel kata Benyamin segera mengurus seluruh administrasi dan persyaratannya terlebih dahulu bersama seluruh stakeholder dan pemangku kebijakan lainnya. Jika sudah dapat beroperasi, pria yang akrab disapa Ben itu yakin bahwa pelonggaran tersebut akan mampu memperbaiki perekonomian yang belakang sedang terjatuh akibat pandemi COVID-19.

“Saya sangat percaya dengan perubahan kita dengan tetap menjaga protokol kesehatan, recovery ekonomi ini dimulai dari proses-proses yang sederhana ini. Jika para teman-teman ojol (ojek online) kita sudah bisa mengangkut penumpang, mereka pulih lagi secara ekonomi, kemudian belanja di toko modern, toko modern dibeli barangnya saya dapat pajak dari situ. Recovery ekonomi segera harus dimulai,” paparnya.

Untuk Apa Uang Minimal Rp20 Ribu

Kewajiban menggunakan masker dan sarung tangan tentu memerlukan biaya yang ditanggung para pengemudi Ojol. Berdasarkan pantauan dibeberapa toko online, harga satu kotak masker 2Play Surgical Mask termurah dikisaran Rp55ribu untuk 50pcs. Untuk masker jenis 3play berada dikisaran Rp90rb. Apabila membeli eceran, pelindung yang dikenal dengan istilah masker bedah ini ada dikisaran Rp3000 – Rp10000 untuk satu pcs, tergantung jenis dan tipe serta merek.

Menurut anjuran WHO, efektifitas penggunaan masker bedah tidak boleh lebih dari 8 jam. Apalagi kalau sudah basah atau terkena debu, untuk memastikan tidak tertular Covid 19, maka masker bedah harus secepatnya diganti. Masker bedah ini pun sesuai aturan, tidak bisa dicuci alias pakai buang.

Melihat mobilitas pengemudi Ojol yang pasti berkeringat dan berhadapan dengan debu, bukan tidak mungkin dalam sehari menghabiskan 2-4 pcs masker. Dengan kata lain harus menyiapkan uang sekurangnya Rp10000 rupiah untuk membeli masker bedah. 

Begitu juga apabila pengemudi Ojol menggunakan masker jenis kain. Sesuai anjuran menggunakan masker jenis ini harus diganti setiap 4 jam. Eceran harga masker kain mulai Rp10 ribuan. Setidaknya apabila beroperasi selama 12 jam, pengemudi Ojol harus menyiapkan minimal 3 masker kain dan harus merogoh kocek Rp30 ribu. Bedanya, masker kain bisa dicuci dan digunakan kembali. Jadi bisa menghemat asalkan penggunanya rajin mencuci masker kain.

Wajib Sarung Tangan

Kelengkapan sarung tangan juga menjadi kewajiban dalam rencana diperkenankannya Ojol beroperasi di Tangsel. Eceran sepasang sarung tangan dapat ditebus diharga Rp10.000 atau bisa lebih mahal, tergantung dari bahan dan model yang digunakan. Begitu juga dengan masker, penggunaan sarung tangan pun tidak boleh serampangan. Idealnya ditengah Pandemi Covid ini, sarung tangan minimal dua kali sehari harus diganti. Ini semata untuk memastikan tidak ada virus Covid-19 yang menempel dan membahayakan kesehatan pengemudi Ojol.

Itulah hitungan sederhana pengeluaran dana yang harus disiapkan oleh pengemudi Ojol untuk dapat beroperasi di Kota Tangsel. Untuk kebutuhan sarung tangan dan masker, sekurangnya pengemudi Ojol harus menyiapkan Rp20 ribu.

Semoga setelah ojol diperbolehkan beroperasi, pemerintah daerah ataupun perusahaan tempat pegemudi Ojol bekerja, dapat menyediakan masker dan sarung tangan gratis. Setidaknya untuk meringankan pengeluaran para Ojol ditengah Pandemi Covid ini.(ilc/dro)

Jika ingin beroperasi pengemudi ojek online harus mengikuti peraturan yang ada. Seperti wajib memakai masker dan sarung tangan. Simak berita selengkapnya disini.

INFOKAN PADA SAHABAT: