Mengingat Kembali Para Pengemis Kaya Yang Sempat Viral Di Indonesia

Koranlinear.com, Jakarta – Pengemis semestinya bukan profesi. Orang mengemis hanya jika terpaksa karena kondisi tubuh yang terlalu lemah untuk bekerja.

Kita sebagai orang yang bekerja dan berpenghasilan kadang merasa kasihan kepada mereka yang mengemis. Apalagi jika usia mereka sudah senja. Tanpa berpikir panjang kita akan terdorong untuk membantu mereka dengan member uang tunai.

Masih ingat pengemis berkostum Winnie the Pooh yang pernah viral di media social? Wajahnya yang lusuh dan perawakannya yang bungkuk membuat kakek tua di Sidoarjo ini mendapat banyak belas kasihan dari netizen.

Faktanya, setelah ditelusuri oleh dinas sosial, kakek tersebut memiliki rumah dan sejumlah kendaraan. Dia bahkan mungkin lebih kaya daripada mereka yang memberinya sumbangan. Fenomena ini tidak hanya terjadi sekali dua kali di Indonesia. Masih banyak pengemis-pengemis kaya lainnya , diantaranya sebagai berikut.

Kakek Suwadi

Inilah kakek yang sering berkeliaran di Sidoarjo dengan berkostum Winnie the Pooh. Ia mengaku hidup sebatang kara dan memiliki penyakit stroke. Bagi mereka yang tidak tahu identitasnya yang sebenarnya akan memberinya uang seikhlasnya untuk makan dan berobat. Mengetahui ada pengemis dengan kondisi mengenaskan seperti itu, dinas sosial tentu tidak tinggal diam. Mereka menjemput Kakek Suwadi untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Ternyata yang ditemukan sangat mengejutkan. Kakek Suwadi masih memiliki istri bernama Karsi dan lima orang anak yang sudah mandiri. Ia bekerja empat hari dalam seminggu dan setiap harinya ia berpenghasilan 500.000 rupiah! Dalam sebulan, ia bisa menghasilkan delapan juta rupiah.

Walang bin Kilon

Walang bin Kilon dan kawannya, Sa’aran memulai profesi mereka sebagai pengemis untuk mendapatkan tambahan biaya haji. Ia berangkat dari kampung halamannya, Subang ke Jakarta sambil membawa gerobak. Di Jakarta, mereka bermain peran. Sa’aran berakting sebagai orang sakit yang tinggal di gerobak. Sementara Walang menarik gerobak tersebut sambil mencari belas kasihan.

Setelah lima belas hari bekerja sebagai pengemis, mereka diciduk oleh aparat setempat. Setelah diperiksa, mereka ternyata telah mengantongi uang sebanyak 25 juta rupiah. Hanya dalam setengah bulan saja mereka sudah mendapatkan uang yang jauh lebih banyak daripada yang didapat karyawan kantoran setiap bulan. Setelah tertangkap, akhirnya mereka dipulangkan ke Subang.

Muklis

Orang rupanya tidak perlu memiliki rekening bank untuk bisa menyimpan uang 90 juta rupiah. Muklis, pengemis yang biasa bekerja di Jakarta Selatan benar-benar mengantongi uang sebanyak 90 juta di rupiah di celananya. Sekilas memang ia tidak tampak memiliki tas atau barang lain yang bisa digunakan untuk menyimpan uang sehingga kita kasihan melihatnya tidak memiliki apa-apa. Tapi jika kita geledah pakaiannya, timbunan uang mulai bermunculan.

Setiap memiliki uang satu atau dua juta, Muklis akan menukarnya di bank. Petugas bank pernah sempat curiga, namun Muklis marah dan berkata bahwa uang ini bukan hasil kriminal. Dengan begitu ia bisa menyimpan uangnya dengan lebih rapi di celananya.(tra)

Di masa new normal ojek online sudah diperbolehkan beroperasi. Namun ada syarat yang harus dipenuhi. Apa saja syarat tersebut? Berikut informasinya.

INFOKAN PADA SAHABAT: