Menteri Kelautan dan Perikanan Panen Raya Bandeng Di Gorontalo

Koranlinear.com, Gorontalo – Menteri Kelutan dan Perikanan melakukan panen raya ikan bandeng di Desa Wanggarasi Tengah, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pahuwoto, Gorontalo.

Luas tambak bandeng yang dipanen mencapai 47 haktare. Menteri Edhy tiba di lokasi tambak pukul 08.30 Wita setelah menempuh perjalanan darat sekitar satu jam dari Desa Sejoli, Kabupaten Parigi Moutong yang menjadi desa perbatasan dua provinsi. Tambak bandeng yang dituju persis berada di tepi jalan Trans Sulawesi.

“Hari ini saya melakukan panen raya bandeng. Dan lahan tambak di Gorontalo sangat luar biasa. Di perjalanan tadi saya lihat di kanan kiri jalan banyak hamparan tambak,” ujarnya.

Dari luas tambak yang dipanen, setiap haktarenya menghasilkan 800 kilogram sampai 1 ton bandeng. Dalam setahun, tambak rakyat tersebut bisa lima kali panen.

Ikan yang diproduksi jenisnya bandeng untuk konsumsi dan bandeng non-pangan (umpan memancing ikan tuna). Bandeng konsumsi dipasarkan ke wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Sedangkan bandeng non-pangan diekspor ke Jepang.

Menteri Edhy melihat potensi tambak belum tergarap maksimal, dan dia mendorong pembudidaya memanfaatkan lahan yang ada untuk sekaligus berbudidaya udang. Dari jumlah panen dan harganya, udang lebih tinggi dibanding bandeng. Pasar udang juga sangat besar, baik di dalam maupun luar negeri. Kebutuhan udang dunia mencapai 13-15 juta ton per tahun, sedangkan hasil panen nasional baru di angka 800 ribu sampai 1 juta ton per tahun.

Bantuan Permodalan Untuk Masyarakat

Menurut Edhy, KKP siap memberi bantuan modal, pembinaan, dan infrastruktur pendukung untuk menyokong kebutuhan masyarakat pembudidaya.

“Negara siap membantu permodalan, ada BLU ada KUR. Syaratnya adalah masyarakat serius untuk berbudidaya yang dibuktikan dengan aktivitasnya. Kalau itu bisa dicapai, taraf hidup masyarakat pembudidaya di sini akan lebih baik,” ajaknya.

Total potensi perikanan tambak di Kabupaten Pahuwoto mancapai 15.000 haktare, terdiri dari 90 persen tambak udang dan sisanya bandeng.

Dari tambak bandeng di Desa Wanggarasi Tengah, Menteri Edhy bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan pejabat teras Pemkab Pahuwoto, bergerak menuju Desa Motilanggo, Kecamatan Duhiada untuk meninjau tambak udang vaname. Setelah itu, akan kembali meninjau tambak di Desa Leboto, Kabupaten Gorontalo Utara.

Kunjungan Menteri Edhy ke Gorontalo masih dalam rangkaian kunker lima hari di Pulau Sulawesi. Menteri Edhy yang datang bersama empat dirjen KKP, ingin menyapa nelayan dan pembudidaya serta memberi dukungan dan bantuan agar tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.(tra)

INFOKAN PADA SAHABAT: