Pencegahan Covid-19 Belum Cukup Hanya Pakai Masker Saja

Koranlinear.com, Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus melakukan berbagai upaya dalam mengantisipasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Kabupaten Tangerang saat ini masuk dalam zona orange atau risiko sedang penyebaran Covid-19. Angka kesembuhan pasien Covid-19 pun mencapai 90 persen, sedangkan angka kematian hanya 2,1 persen.

Melansir dari indolinear.com, jumlah kasus  konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tangerang sebanyak 4.292 orang.

Di mana, 116 orang dirawat, 180 orang diisolasi, 3.904 orang sembuh, dan 92 orang meninggal dunia.

Salah satu rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tangerang, yaitu RSU Kabupaten Tangerang, hingga kini masih menjadi rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Kendati demikian, rumah sakit di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Tangerang ini tetap menerima pasien selain kasus Covid-19.

“Sebagai rumah sakit rujukan Covid, RSU Kabupaten Tangerang tetap memberikan pelayanan bagi pasien non Covid,” kata Dadang Kurniawan.

Dadang menyebut, RSU Kabupaten Tangerang memiliki 75 kamar isolasi pasien Covid-19. Seluruh kamar itu sudah terisi. Mulai dari awal pandemi sampai sekarang, rumah sakit pelat merah ini telah menangani sebanyak 1.008 pasien Covid-19.

“Saat ini kami masih merawat 75 pasien di isolasi Covid,” ujar dia.

Adapun upaya agar pasien bisa sembuh, tidak hanya mengandalkan terapi secara medis saja.

Pencegahan Penanganan Covid-19

Guna mencegah penyebaran Covid-19 di kawasan RSU Kabupaten Tangerang, setiap pengunjung diwajibkan mematuhi aturan yang berlaku.

Seperti memakai  masker, suhu tubuh tidak boleh melebihi batas 37,5 celsius, mencuci tangan di wastafel dekat pintu masuk.

Yang terutama menerapkan phisycal distancing saat menunggu panggilan pelayanan.

Sementara itu, sejak awal pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Tangerang gencar menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Melansir dari indolinear.com, belakangan ini kerap ditemukan sebagian masyarakat menyepelekan pencegahan tersebut. Seperti di area pasar, ada saja pedagang maupun juru parkir tidak memakai masker.

“Kemudian, kita mengimbau masyarakat untuk melakukan 4M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, dan menghindari kerumunan,” ujar Hendra.

Dia menekankan, memakai masker bukan satu-satunya cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Di samping nanti ada lagi vaksinasi Covid ya, ini berbarengan dengan 4M tadi. Jadi enggak bisa satu-satu, tetapi harus secara bersamaan. Pakai masker saja belum cukup,” ucap Hendra.

Dia mengatakan, satgas penanggulangan Covid-19 rutin melakukan pemantauan tingkat ketaatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, termasuk di pasar dan tempat umum lainnya. Apabila terdapat penurunan kesadaran masyarakat, maka satgas akan memperkuat upaya penerapan protokol kesehatan di wilayah itu.

“Himbauan melalui spanduk-spanduk, kemudian meminta pengelola-pengelola pasar ataupun mal untuk memperingatkan lagi kepada pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Hendra.(tra)

INFOKAN PADA SAHABAT: